Rabu, 20 Maret 2013

Pancasila Sebagai Langkah Konkret Bung Karno dalam Mempersatukan Indonesia

         1 Juni 1945 merupkan hari yang bersejarah bagi bangsa indonesia. Di hadapan sidang Dokuritsu Zyumbi Tsoosakai atau yang lebih dikenal dengan nama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya yang sangat penting bagi sejarah bangsa Indonesia. Pidato presiden pertama sekaligus proklamator bagi bangsa Indonesia tersebut berisikan tentang sebuah fundamental dan rumusan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia yang ingin terbebas dan merdeka dari penjajahan kolonialisme. Pidato tersebut menjadi sebuah momen yang sangat penting bagi lahirnya Pancasila, dasar negara Indonesia. Pada hari bersejarah tersebut, Pancasila dikemukakan kepada kelompok politis pembentukan negara Indonesia untuk dapat dipertimbangkan, dijabarkan masing-masing silanya secara rinci dan jelas, serta dipaparkan keseluruhannya sebagai suatu bentuk pemikiran yang utuh dan mendalam terkait cita-cita bangsa yang berdaulat.
            Sosok Ir. Soekarno atau yang lebih akrab di panggil dengan nama bung karno tentu saja tidak bisa dipisahkan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang begitu panjang dalam meraih kemerdekaannya. Proklamator kemerdekaan Indonesia ini adalah sosok jenius yang menularkan semangat kemerdekaan bagi segenap rakyat yang menginginkan sebuah kedaulatan bangsa, dan kebebasan bernegara. Perjuangan Bung Karno ditunjukan bukan menggunakan fisik, melainkan menggunakan pemikiran yang melahirkan sesuatu yang konkret dengan cita-cita bangsa berupa sebuah fondasi bernegara. Pancasila yang berisikan 5 sila pokok merupakan hasil karya pemikiran bung karno yang sangat spektakuler. Perumusan dasar sebuah negara tersebut memiliki ruang lingkup yang amat luas jika dijabarkan secara mendetail.
            Pancasila bukan suatu karya yang dibuat dan diciptakan dalam satu malam saja, tetapi dari sebuah pemikiran panjang dan mendalam tentang masa depan berjalannya sebuah bangsa yang merdeka. Berdasarkan sejarah yang tercatat, bung karno yang sempat menjadi tahanan politik pada masa kolonial belanda melalukan perenungan yang mendalam tentang dasar yang harus dipakai Indonesia dalam menjalankan kebangsaanya ketika sudah menjadi bangsa yang merdeka. pada saat beliau dinyatakan menjadi tahanan politik oleh kekuasaan kolonial Belanda, ketika itu beliau diasingkan ke beberapa daerah di Indonesia, salah satunya beliau pernah diasingkan di sebuah daerah bernama Ende, yang berada di pulau flores. Selama pengasingan tersebut, beliau tinggal di sebuah rumah kecil, sederhana dan jauh dari keramaian kota pada jaman itu. Di tempat itulah bung karno berpikir mencari jalan untuk masa depan Indonesia. beliau sering berpikir dan merenung dibawah pohon sukun yang letaknya tidak jauh dari rumah pengasingannya. Dibawah pohon itulah bung karno mencari jalan bagi bangsa Indonesia agar menjadi negara yang besar dan merdeka dari penjajahan serta merdeka dari keterbelakangan. Di tempat itu pula Bung Karno mulai memikirkan dasar bagi sebuah negara yang lebih lanjut dikembangkan menjadi dasar negara yang sekarang kita kenal dengan nama Pancasila.
Pemikiran bung karno yang diberi nama Pancasila itu merupakan buah pemikiran yang tidak ditiru dari buku manapun dan bukan dari pendapat orang manapun. Beliau menciptakan pancasila berdasarkan pengalaman sejarah dan perjuangan akan kedaulatan sebuah negara. Keinginan yang teramat dalam dari sang proklamator dan seluruh rakyat Indonesia untuk bebas menentukan arah dan hidupnya sendiri dan menjadi sebuah negara kuat yang terbentuk dari perbedaan etnis, suku, agama, daerah dan berbagai macam golongan yang terdapat di negeri ini. Bung karno melalui Pancasila berusaha untuk dapat mempersatukan berbagai perbedaan yang terdapat di Indonesia menjadi satu kesatuan Bhineka Tunggal Ika yang dapat berjalan dan menentukan nasib masa depannya sendiri menjadi sebuah negara yang berdaulat, merdeka, adil, dan makmur.
Kondisi negara Indonesia yang memilki berbagai ragam suku, kebudayaan dan tradisi yang tersebar luas dari sabang sampai merauke memang dibutuhkan suatu pijakan pokok yang mempersatukan perbedaan tersebut menjadi satu kesatuan. Dasar pijakan pokok tersebut harus mampu menaungi dan bersifat fleksibel terhadap semua perbedaan yang ada. Tidak ada golongan yang terdiskriminasi sehingga tidak tercipta satu kesatuan, serta berusaha mencapai arah tujuan dengan berjalan saling beriringan satu dengan yang lainnya. Dengan paradigma itulah pancasila dibentuk menjadi sebuah pijakan pokok bernegara yang bisa dijadikan dasar berpijak bagi seluruh  warga negaranya yang berbeda-beda tersebut. Bung karno sebagai pencetus dan pembuat kelima sila yang terdapat dalam Pancasila memikirkan secara mendalam dan berorientasi pada masa depan sehingga Pancasila dapat diterima oleh rakyat dan bangsa Indonesia.
Dengan adanya pancasila, bangsa Indonesia memiliki tali pengikat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan demi terciptantya kehidupan yang terjalin harmonis di antara warga masyarakat. Terbukti sampai sekarang Pancasila masih menjadi dasar negara Indonesia yang mampu mempersatukan bangsa yang beraneka ragam suku, agama, ras, dan golongan ini. Pancasila hingga sekarangpun masih dianggap sebagai tali pengikat yang merupakan cita-cita, pandangan hidup yang dianggap paling ideal dan sesuai dengan falsafah bangsa. Pancasila masih dianggap sebagai alat pemersatu yang melandasi semua kehidupan kenegaraan, berbangsa dan bermasyarakat. Dalam kaitannya dengan kehidupan masyarakat Indonesia, Pancasila dijadikan sebuah pedoman dalam memecahkan masalah-masalah politik, ekonomi, sosial budaya, serta agama.
Dalam kaitannya dengan kehidupan beragama, misalnya, Pancasila memberikan acuan pada sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa. Sila pertama ini menjelaskan bahwa Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya dan juga manusia itu sendiri sehingga manusia wajib beribadah kepadaNya. Pancasila memberi pedoman bahwa hidup manusia tergantung kepada Tuhan yang maha esa sehingga adanya kehidupan dan kematian yang mengatur adalah Tuhan. Sila pertama ini menjadi landasan bagi umat beragama yang berbeda-beda di negara Indonesia sehingga dapat menaungi semua agama menjadi bangsa yang memiliki satu tujuan.
Selain dalam bidang agama, pancasila juga memberikan acuan yang mendalam terhadap kehidupan politis bangsa Indonesia pada awal-awal kemerdekannya. Bung karno yang merupakan seorang politikus yang memiliki pengalaman yang luar biasa, memiliki perhatian dan tujuan yang paling utama pada dinamika politik yang dapat mempersatukan dan mempertemukan berbagai kelompok politik yang ada pada waktu itu. Dia tidak banyak berorientasi tentang kehidupan sosial dan kehidupan berbudaya di Indonesia. menurut beliau kondisi politis di Indonesia merupakan kondisi yang paling penting untuk dibenahi terlebih dahulu sehingga mampu menjadi bangsa yang berorientasi pada satu tujuan.
Tujuan Bung karno tersebut memiliki suatu tema yang cukup luas dan terpadu. Pancasila dibuat sedemikian rupa agar dapat menjadi tempat semua kelompok politik terpenting pada masa itu, sehingga kelompok politik tersebut  dapat terwakili asasnya, identitasnya, dan kepentinganya. Bung karno dengan keyakinan yang beliau miliki melakukan suatu intervensi terhadap kepentingan politik yang terdapat di Indonesia.
Langkah pertama yang dilakuakan adalah Bung karno dengan cermat dapat memperhitungkan kelompok-kelompok agama, khususnya Islam, sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia yang terwakili dalam wadah organisasi NU dan Masyumi. NU dan Masyumi merupakan kelompok agama sekaligus kelompok politik yang paling berpengaruh dalam memperjuangkan berdirinya sebuah negara islam yang berdasarkan atas syariat islam sebagai landasan bernegaranya. Dengan pemikiran tersebut, di dalam Pancasila dicantumkan sila pertama yang berisi ke-Tuhan-an yang maha esa. Sila pertama ini dapat mewakili tujuan dari organisasi dan kelompok-kelompok agama yang sangat mungkin tidak tertarik mendukung negara yang akan didirikan.
Dengan cara yang sama seperti halnya dengan pandangan fanatisme agama dari beberapa kelompok politik di Indonesia, golongan nasionalispun merasa terwadahi dengan ada nya sila kebangsaan yang terdapat dalam Pancasila. Sila kebangsaan tersebut terdapat dalam sila ketiga pancasila yang berbunyi persatuan Indonesia. Tanpa mencantumkan sila kebangsaan tersebut golongan nasionalis seperti Partai Nasional Indonesia (PNI)  akan merasa tidak terwadahi dalam menjalankan kepentingan dan tujuan organisasinya untuk menciptakan negara yang berdasarkan nasionalisme. Pemikiran nasionalisme ini merupakan pemikiran yang diprakarsai oleh bung karno sendiri. Dengan melihat hal tersebut, menggambarkan bahwa bung karno tidak membentuk sebuah negara berdasarkan egoisitas pemahaman dan kediktatorannya belaka, melainkan berdasarkan berbedaan yang menjadikan sebuah bangsa menjadi kaya akan pemikiran dan pandangan sehingga jika pandangan-pandangan tersebut disatukan akan menjadi kekuatan yang luar biasa.
Pada sila keempat yang terdapat pada Pancasila, berisikan sebuah pemahaman terhadap kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan dan perwakilan. Pemikiran tersebut merupakan sebuah pemikiran demokratis yang menjadikan rakyat sebagai tujuan dari sebuah kemajuan bangsa. Proses berjalankan sebuah bangsa berdasarkan konsep dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Pemikiran kehidupan bernegara yang bersifat demokrasi dan kedaulatan rakyat jelas akan menarik perhatian kelompok politik yang menekankan kepentingan rakyat  seperti MURBA dan para pejuang demokrasi, seperti Bung Hatta yang menjadi wakil presiden Indonesia yang pertama dan tokoh-tokoh demokrasi yang tergabung dalam wadah PNI Baru.
Pada sila terakhir yang terdapat pada pancasila memnjadikan kelompok politik yang memiliki paham berhaluan kiri merasa terwadahi dan diakui dalam sebuah negara yang akan terbentuk nantinya. Sila terkhir tersebut berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. penjabaran ini menjelaskan bahwa partai politik yang memiliki pandangan sosialis dapat menjadi partai dan kelompok politik yang bisa berjalan dan mengamalkan apa yang menjadi pemahamannya. Mungkin dengan tanpa  mengikutsertakan sila keadilan sosial, partai-partai politik berhaluan kiri tidak akan merasa terpanggil untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang berdaulat.
Dengan melihat fungsi pancasila sebagai pemersatu pandangan politik yang ada. tentunya kita merasa bahwa pancasila merupakan sebuah karya yang luar biasa. Pancasila bukan hanya dijadikan sebagai pemersatu keberagaman etnik dan suku masyarakat Indonesia saja, tetapi Pancasila dijadikan dasar negara yang mampu mempersatukan berbagai pandangan yang mungkin jika tidak dipersatukan akan menjadi hambatan yang hebat dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Disinilah letak kecerdasan buah dari pemikiran dan perenungan panjang dari Bung Karno sang pencetus Pancasila. Bung Karno menjadikan pancasila sebagai langkah konkret dalam menjadikan Indonesia bersatu dan berdaulat dengan alur dan kerangkan pemikiran yang telah dilakukan dan direnungkan pada jangka panjang oleh beliau.
        Dalam memahami Pancasila tentunya tidak dapat dipisahkan dari alur dan kerangkan pemikiran presiden pertama Indonesia. pemikiran tersebut merupakan sebuah gagasan tentang terbentuknya suatu negara yang merdeka. Kita perlu mengontemplasikan alur perjuangan meraih kemerdekaan yang bukan lagi menggunakan kekuatan fisik tetapi dengan pola pikir yang cerdas sehingga cita-cita bangsa bisa tercapai. Dengan pemikiran tersebut Bung karno menghadirkan sebuah solusi tentang landasan yang akan menjadikan harapan dan tujuan terbebasnya Indonesia dari pengaruh negara lain. Samapai saat inipun kekuatan pancasila sebagai pemersatu bangsa tidak pernah tergoyahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar