1
Juni 1945 merupkan hari yang bersejarah bagi bangsa indonesia. Di hadapan
sidang Dokuritsu Zyumbi Tsoosakai atau yang lebih dikenal dengan nama Badan
Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Ir. Soekarno
menyampaikan pidatonya yang sangat penting bagi sejarah bangsa Indonesia.
Pidato presiden pertama sekaligus proklamator bagi bangsa Indonesia tersebut
berisikan tentang sebuah fundamental dan rumusan dasar kehidupan berbangsa dan
bernegara bagi bangsa Indonesia yang ingin terbebas dan merdeka dari penjajahan
kolonialisme. Pidato tersebut menjadi sebuah momen yang sangat penting bagi
lahirnya Pancasila,
dasar negara Indonesia. Pada hari bersejarah tersebut, Pancasila dikemukakan
kepada kelompok politis pembentukan negara Indonesia untuk dapat
dipertimbangkan, dijabarkan masing-masing silanya secara rinci dan jelas, serta
dipaparkan keseluruhannya sebagai suatu bentuk pemikiran yang utuh dan mendalam
terkait cita-cita bangsa yang berdaulat.
Sosok Ir.
Soekarno atau yang lebih akrab di panggil dengan nama bung karno tentu saja
tidak bisa dipisahkan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang begitu
panjang dalam meraih kemerdekaannya. Proklamator kemerdekaan Indonesia ini
adalah sosok jenius yang menularkan semangat kemerdekaan bagi segenap rakyat
yang menginginkan sebuah kedaulatan bangsa, dan kebebasan bernegara. Perjuangan
Bung Karno ditunjukan bukan menggunakan fisik, melainkan menggunakan pemikiran
yang melahirkan sesuatu yang konkret dengan cita-cita bangsa berupa sebuah fondasi
bernegara. Pancasila yang berisikan 5 sila pokok merupakan hasil karya
pemikiran bung karno yang sangat spektakuler. Perumusan dasar sebuah negara
tersebut memiliki ruang lingkup yang amat luas jika dijabarkan secara mendetail.
Pancasila
bukan suatu karya yang dibuat dan diciptakan dalam satu malam saja, tetapi dari
sebuah pemikiran panjang dan mendalam tentang masa depan berjalannya sebuah bangsa
yang merdeka. Berdasarkan sejarah yang tercatat, bung karno yang sempat menjadi
tahanan politik pada masa kolonial belanda melalukan perenungan yang mendalam
tentang dasar yang harus dipakai Indonesia dalam menjalankan kebangsaanya
ketika sudah menjadi bangsa yang merdeka. pada saat beliau dinyatakan menjadi
tahanan politik oleh kekuasaan kolonial Belanda, ketika itu beliau diasingkan
ke beberapa daerah di Indonesia, salah satunya beliau pernah diasingkan di
sebuah daerah bernama Ende, yang berada di pulau flores. Selama pengasingan
tersebut, beliau tinggal di sebuah rumah kecil, sederhana dan jauh dari
keramaian kota pada jaman itu. Di tempat itulah bung karno berpikir mencari jalan
untuk masa depan Indonesia. beliau sering berpikir dan merenung dibawah pohon
sukun yang letaknya tidak jauh dari rumah pengasingannya. Dibawah pohon itulah
bung karno mencari jalan bagi bangsa Indonesia agar menjadi negara yang besar
dan merdeka dari penjajahan serta merdeka dari keterbelakangan. Di tempat itu
pula Bung Karno mulai memikirkan dasar bagi sebuah negara yang lebih lanjut
dikembangkan menjadi dasar negara yang sekarang kita kenal dengan nama Pancasila.
Pemikiran bung karno yang diberi
nama Pancasila itu merupakan buah pemikiran yang tidak ditiru dari buku manapun
dan bukan dari pendapat orang manapun. Beliau menciptakan pancasila berdasarkan
pengalaman sejarah dan perjuangan akan kedaulatan sebuah negara. Keinginan yang
teramat dalam dari sang proklamator dan seluruh rakyat Indonesia untuk bebas
menentukan arah dan hidupnya sendiri dan menjadi sebuah negara kuat yang
terbentuk dari perbedaan etnis, suku, agama, daerah dan berbagai macam golongan
yang terdapat di negeri ini. Bung karno melalui Pancasila berusaha untuk dapat
mempersatukan berbagai perbedaan yang terdapat di Indonesia menjadi satu
kesatuan Bhineka Tunggal Ika yang dapat berjalan dan menentukan nasib masa
depannya sendiri menjadi sebuah negara yang berdaulat, merdeka, adil, dan
makmur.
Kondisi negara Indonesia yang
memilki berbagai ragam suku, kebudayaan dan tradisi yang tersebar luas dari
sabang sampai merauke memang dibutuhkan suatu pijakan pokok yang mempersatukan
perbedaan tersebut menjadi satu kesatuan. Dasar pijakan pokok tersebut harus
mampu menaungi dan bersifat fleksibel terhadap semua perbedaan yang ada. Tidak
ada golongan yang terdiskriminasi sehingga tidak tercipta satu kesatuan, serta
berusaha mencapai arah tujuan dengan berjalan saling beriringan satu dengan
yang lainnya. Dengan paradigma itulah pancasila dibentuk menjadi sebuah pijakan
pokok bernegara yang bisa dijadikan dasar berpijak bagi seluruh warga negaranya yang berbeda-beda tersebut.
Bung karno sebagai pencetus dan pembuat kelima sila yang terdapat dalam
Pancasila memikirkan secara mendalam dan berorientasi pada masa depan sehingga
Pancasila dapat diterima oleh rakyat dan bangsa Indonesia.
Dengan adanya pancasila, bangsa
Indonesia memiliki tali pengikat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan demi
terciptantya kehidupan yang terjalin harmonis di antara warga masyarakat.
Terbukti sampai sekarang Pancasila masih menjadi dasar negara Indonesia yang
mampu mempersatukan bangsa yang beraneka ragam suku, agama, ras, dan golongan
ini. Pancasila hingga sekarangpun masih dianggap sebagai tali pengikat yang
merupakan cita-cita, pandangan hidup yang dianggap paling ideal dan sesuai
dengan falsafah bangsa. Pancasila masih dianggap sebagai alat pemersatu yang
melandasi semua kehidupan kenegaraan, berbangsa dan bermasyarakat. Dalam
kaitannya dengan kehidupan masyarakat Indonesia, Pancasila dijadikan sebuah
pedoman dalam memecahkan masalah-masalah politik, ekonomi, sosial budaya, serta
agama.
Dalam kaitannya dengan kehidupan beragama, misalnya, Pancasila memberikan acuan pada sila
pertama yaitu ketuhanan yang maha esa. Sila pertama ini menjelaskan bahwa Tuhan
sebagai pencipta alam semesta beserta isinya dan juga manusia itu sendiri
sehingga manusia wajib beribadah kepadaNya. Pancasila memberi pedoman bahwa
hidup manusia tergantung kepada Tuhan yang maha esa sehingga adanya kehidupan
dan kematian yang mengatur adalah Tuhan. Sila pertama ini menjadi landasan bagi
umat beragama yang berbeda-beda di negara Indonesia sehingga dapat menaungi
semua agama menjadi bangsa yang memiliki satu tujuan.
Selain dalam bidang agama, pancasila juga memberikan acuan yang
mendalam terhadap kehidupan politis bangsa Indonesia pada awal-awal
kemerdekannya. Bung
karno yang merupakan seorang politikus yang memiliki pengalaman yang luar biasa,
memiliki perhatian dan tujuan yang paling utama pada dinamika politik yang
dapat mempersatukan dan mempertemukan berbagai kelompok politik yang ada pada
waktu itu. Dia tidak banyak berorientasi tentang kehidupan sosial dan kehidupan
berbudaya di Indonesia. menurut beliau kondisi politis di Indonesia merupakan
kondisi yang paling penting untuk dibenahi terlebih dahulu sehingga mampu
menjadi bangsa yang berorientasi pada satu tujuan.
Tujuan Bung karno tersebut memiliki suatu
tema yang cukup luas dan terpadu. Pancasila dibuat sedemikian rupa agar dapat
menjadi tempat semua kelompok politik terpenting pada masa itu, sehingga
kelompok politik tersebut dapat
terwakili asasnya, identitasnya, dan kepentinganya. Bung karno dengan keyakinan
yang beliau miliki melakukan suatu intervensi terhadap kepentingan politik yang
terdapat di Indonesia.
Langkah pertama yang dilakuakan
adalah Bung karno dengan cermat dapat memperhitungkan kelompok-kelompok agama,
khususnya Islam, sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia yang terwakili dalam wadah
organisasi NU dan Masyumi. NU dan Masyumi merupakan kelompok agama sekaligus
kelompok politik yang paling berpengaruh dalam memperjuangkan berdirinya sebuah
negara islam yang berdasarkan atas syariat islam sebagai landasan bernegaranya.
Dengan pemikiran tersebut, di dalam Pancasila dicantumkan sila pertama yang
berisi ke-Tuhan-an yang maha esa. Sila pertama ini dapat mewakili tujuan dari
organisasi dan kelompok-kelompok agama yang sangat mungkin tidak tertarik
mendukung negara yang akan didirikan.
Dengan cara yang sama seperti halnya
dengan pandangan fanatisme agama dari beberapa kelompok politik di Indonesia,
golongan nasionalispun merasa terwadahi dengan ada nya sila kebangsaan yang
terdapat dalam Pancasila. Sila kebangsaan tersebut terdapat dalam sila ketiga
pancasila yang berbunyi persatuan Indonesia. Tanpa mencantumkan sila kebangsaan
tersebut golongan nasionalis seperti Partai Nasional Indonesia (PNI) akan merasa tidak terwadahi dalam menjalankan
kepentingan dan tujuan organisasinya untuk menciptakan negara yang berdasarkan
nasionalisme. Pemikiran nasionalisme ini merupakan pemikiran yang diprakarsai
oleh bung karno sendiri. Dengan melihat hal tersebut, menggambarkan bahwa bung
karno tidak membentuk sebuah negara berdasarkan egoisitas pemahaman dan
kediktatorannya belaka, melainkan berdasarkan berbedaan yang menjadikan sebuah
bangsa menjadi kaya akan pemikiran dan pandangan sehingga jika
pandangan-pandangan tersebut disatukan akan menjadi kekuatan yang luar biasa.
Pada sila keempat yang terdapat pada
Pancasila, berisikan sebuah pemahaman terhadap kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan dan perwakilan. Pemikiran tersebut
merupakan sebuah pemikiran demokratis yang menjadikan rakyat sebagai tujuan
dari sebuah kemajuan bangsa. Proses berjalankan sebuah bangsa berdasarkan
konsep dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Pemikiran kehidupan bernegara
yang bersifat demokrasi dan kedaulatan rakyat jelas akan menarik perhatian
kelompok politik yang menekankan kepentingan rakyat seperti MURBA dan para pejuang demokrasi, seperti
Bung Hatta yang menjadi wakil presiden Indonesia yang pertama dan tokoh-tokoh
demokrasi yang tergabung dalam wadah PNI Baru.
Pada sila terakhir yang terdapat
pada pancasila memnjadikan kelompok politik yang memiliki paham berhaluan kiri
merasa terwadahi dan diakui dalam sebuah negara yang akan terbentuk nantinya.
Sila terkhir tersebut berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
penjabaran ini menjelaskan bahwa partai politik yang memiliki pandangan
sosialis dapat menjadi partai dan kelompok politik yang bisa berjalan dan
mengamalkan apa yang menjadi pemahamannya. Mungkin dengan tanpa mengikutsertakan sila keadilan sosial,
partai-partai politik berhaluan kiri tidak akan merasa terpanggil untuk
menjadikan Indonesia menjadi negara yang berdaulat.
Dengan melihat fungsi pancasila
sebagai pemersatu pandangan politik yang ada. tentunya kita merasa bahwa
pancasila merupakan sebuah karya yang luar biasa. Pancasila bukan hanya
dijadikan sebagai pemersatu keberagaman etnik dan suku masyarakat Indonesia
saja, tetapi Pancasila dijadikan dasar negara yang mampu mempersatukan berbagai
pandangan yang mungkin jika tidak dipersatukan akan menjadi hambatan yang hebat
dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Disinilah
letak kecerdasan buah dari pemikiran dan perenungan panjang dari Bung Karno
sang pencetus Pancasila. Bung Karno menjadikan pancasila sebagai langkah
konkret dalam menjadikan Indonesia bersatu dan berdaulat dengan alur dan
kerangkan pemikiran yang telah dilakukan dan direnungkan pada jangka panjang
oleh beliau.
Dalam memahami Pancasila tentunya tidak dapat
dipisahkan dari alur dan kerangkan pemikiran presiden pertama Indonesia. pemikiran
tersebut merupakan sebuah gagasan tentang terbentuknya suatu negara yang
merdeka. Kita perlu mengontemplasikan alur perjuangan meraih kemerdekaan yang
bukan lagi menggunakan kekuatan fisik tetapi dengan pola pikir yang cerdas
sehingga cita-cita bangsa bisa tercapai. Dengan pemikiran tersebut Bung karno
menghadirkan sebuah solusi tentang landasan yang akan menjadikan harapan dan
tujuan terbebasnya Indonesia dari pengaruh negara lain. Samapai saat inipun
kekuatan pancasila sebagai pemersatu bangsa tidak pernah tergoyahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar